Kata Kota Kita
(Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project)
Gramedia Pustaka Utama
272 halaman
April 2015
(Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project)
Gramedia Pustaka Utama
272 halaman
April 2015
Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta, hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia.
Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor.
Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.
Para penulis adalah penulis yang terpilih dari Gramedia Writing Project batch 1.
Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor.
Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.
Para penulis adalah penulis yang terpilih dari Gramedia Writing Project batch 1.
♥♥♥
Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sebuah blog buku. Dan buku pertama yang aku buat resensinya adalah kumpulan cerpen Kata Kota Kita.
Kenapa aku tertarik meresensi kumpulan cerpen ini?
Karena sesungguhnya aku adalah salah satu followers dari salah satu penulis yang menulis cerpennya di Wattpad. Aku penasaran, apa itu Gramedia Writing Project ketika baca profil penulis itu, dan aku langsung googling. Menarik sekali ternyata. Bahkan sekarang menjadi sebuah ajang komunitas menulis ya.
Oke, mari kita resensi Kata Kota Kita.
Judulnya menarik ya. Earcatching dengan akhiran -ta -ta -ta. Terus juga desain sampulnya begitu cantik. Aku suka banget meraba-raba sampulnya, hihihi. Dan dari judul bukunya, sudah mengedepankan adanya setting yang kuat soal kota.
Dan tersedia empat belas kota dari tujuh belas cerita. Dan kamu nggak akan kecewa membacanya karena cerpen-cerpen yang ada di dalamnya begitu bervariasi. Aku nggak bohong.
Dan karena buatku meresensi satu per satu cerpennya sangat melelahkan... Eh, maaf kalau aku malas. Tapi aku akan menyebutkan beberapa cerpen yang menurutku amazing ya.
Ora, Ayu Rianna
Cerpen ini berada di awal. Romantis sekali. Selain romantis, pemaparan setting Ora begitu terasa. Aku pun merasakan angin segar dari Ora berembus di tengkukku! Selain itu, aku suka gaya menulisnya. Khas Metropop. Tapi kayaknya Ayu Rianna belum menelurkan naskah Metropop. Jadi saya amat menantikannya.
Sparks, Emilya Kusnaidi
Cerpen ini chicklit banget. Metropop banget juga. Ah, aku sih emang suka baca Metropop! Jadi kalau ada napas yang sama dengan Metropop, aku akan suka. Sebelumnya aku juga udah baca novel Emilya Kusnaidi judulnya Romansick dan aku juga suka. Cerpen ini, juga menguarkan aroma New York, meski hanya di Central Park-nya aja. Dan ceritanya itu buat aku nyaris menangis tersedu karena sedih.
Sunflower, Lidya Renny Ch.
Oh... aku tertipu dengan ceritanya. Gregetan banget bacanya. Ketika aku kira aku tahu bagaimana ending-nya, eh ditipu lagi. Tapi aku suka gimana cara Lidya Renny Ch. memaparkan ceritanya. Meskipun nggak terlalu berasa Yogyakarta-nya, tapi tetep aja aku suka.
Ankara di Bawah Purnama, Tsaki Daruchi
Aku sempat ngilu dibuatnya saat baca cerpen ini. Aku juga nggak heran kenapa penulis cukup "berani" menulis kisah ini. Soalnya kalau di Wattpad, aku udah biasa yang lebih berani lagi, hehe. Deskripsi setting di sini juga unik, dan aku bisa merasakan purnama mencekam di Ankara Castle.
Dan itu adalah empat cerita favoritku. Semuanya juga bagus-bagus banget. Tapi yang menurutku membekas saat membacanya adalah empat cerita pendek tersebut.
